Cover Image

Peran Perawat Dalam Meningkatkan Kebersihan Gigi Dan Mulut Anak Tunagrahita

Dyah Nawang Palupi, Ranny Rachmawati, Zamidha Octarina Anggraini
  MNJ, pp. 32-44  

Abstract


ABSTRAK

 

Latar belakang: Pengetahuan tentang kebersihan gigi dan mulut dan keterampilan menyikat gigi yang baik dan benar pada anak tuna grahita masih kurang sekalipun anak tunagrahita ringan memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dari pada derajat retardasi yang lain. Anak tuna grahita membutuhkan perawat untuk membantu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Perilaku adaptif diperlukan anak tuna grahita ringan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut.

Tujuan: untuk mengetahui peran perawat anak tunagrahita dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak tunagrahita

Metode: pra-eksperimental dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest. Sampel penelitian adalah anak dengan IQ 69-55 menurut skala Weschler (WISC) (n=30) dan perawat tunagrahita (n=18). Check list digunakan pada perawat tunagrahita setelah dilakukan penyuluhan teknik menyikat untuk mengukur perubahan keterampilan menyikat gigi dan pengukuran OHI-s anak tuna grahita ringan.

Hasil penelitian: terdapat penurunan OHI-s anak tunagrahita sebelum dan sesudah penyuluhan pada perawat tunagrahita.

Kesimpulan: penyuluhan pada perawat tunagrahita efektif dalam meningkatkan kebersihan mulut anak tunagrahita ringan yang ditandai dengan turunnya nilai OHI-s anak tunagrahita ringan sesudah diberikan penyuluhan cara menyikat gigi oleh perawat.  

 

Kata kunci: perawat, anak tunagrahita, OHI-s.


References


] Carranza F. 2006. Carranza’s Clinical Periodontology. 10th ed. p137

] American Dental Association. 2015. Brushing your teeth. [online] http://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/b/brushing-your-teeth. 15 Maret 2017

] Van Der Wijden, Fridus; Slot, Dagmar Else, RDH, MSC. 2013. How Effective is Toothbrushing? ABI/INFORM Collection

] Praptiningsih R, Ningtyas E, Nurjanah N. 2010. Pengaruh Metode Menggosok Gigi Sebelum Makan Terhadap Kuantitas Bakteri dan PH Saliva. Dental Journal. 2008.

] Hermina V. 2010. Efektivitas Metode Pengajaran Cara Menyikat Gigi Terhadap Penurunan Indeks Plak Anak Usia 3-5 Tahun. Dental Journal. volume 15 No. 1: 42-45.

] Abdullah, Nandiyah. 2013. Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus. Magistra No. 86 Th. XXV

] Somantri, Sutjihati. 2006. Psikologi Anak Luar Biasa, Bandung: Rafika Aditama.

] Schalock, RL dan Luckasson R. 2015. A systematic Approach to Subgroup Classification in Intellectual Dissability. Intellectual and Developmental Dissabilities. Vol. 53, No. 5, 358–366

] American Association in Intellectual and Developmental Dissabilities. 2017. Definition of Intellectual Dissability. http://aaidd.org/intellectual-disability/definition/faqs-on-intellectual-disability#.WM5FhYF97IU. Diakses tanggal 19 Maret 2017

] Delphie, B. 2009. Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus dalam Setting Pendidikan Inklusi Yogyakarta: PT. Intan Sejati Klaten.

] Saragih, R. 2011. Peningkatan Kepedulian Terhadap Pemberdayaan Tunagrahita. http://www.kemsos.go.id/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=63. diakses 19 Maret 2017

] van Schrojenstein Lantman-de Valk, Henny M J; Walsh, Patricia Noonan. 2008. Managing health problems with people with Intellectual Dissabilities. BMJ : British Medical Journal (Online); London

] Martens L, Marks L, Goffin G, Gizani S, Vinckier F and Declerck D. 2000. Oral hygiene in 12-year-old disabled children in Flanders, Belgium, related to manual dexterity. Community Dent Oral Epidemiol; 28:73-80. Denmark

] Tula, JJ. 2015. Pelayanan Penyandang Disabilitas Dalam Menggunakan Berbagai Sarana Aksebilitas. http://www.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=18765. Diakses tanggal 19 Maret 2017.

] Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Statistik Sekolah Luar Biasa (SLB) 2015/2016. Setjen Kemdikbud. Jakarta

] Davies R; Bedi R; Scully C. 2000. Oral Health Care for Patients with Special Needs. British Medical Journal. London

] Arikunto S. 2010. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

] Fickert, NA dan Ross D. 2011. Effectiveness of a Caregiver Education Program on Providing Oral Care to Individuals with Intellectual and Developmental Disabilities. USA: University of Pittsburgh.

] Zifeng Liu, Dongsheng Yu, Wei Luo, Jing Yang, Jiaxuan Lu, Shuo Gao, Wenqing Li, Wei Zhao. 2014. Impact of Oral Health Behaviors on Dental Caries in Children with Intellectual Disabilities in Guangzhou, China. Int. J. Environ. Res. Public Health 2014, 11, 11015-11027.

] -. 2015. Mental retardation. http://www.psyweb.com/Mdisord/jsp/menret.jsp; diakses 21 Maret 2017

] Slot D, Wiggelinkhuizen L, Rosema N, Van der Weijden G. The efficacy of manual toothbrushes following a brushing exercise: a systematic review. 2012. International Journal of Dental Hygiene;10:187–97

] Pratiwi, P.D,. 2013. Perbandingan Wayang BOGI (Boneka Gigi) dan Fliphchart Sebagai Media Promosi Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak Tunagrahita Ringan. Dental Public Health Journal. Surabaya: Universitas Airlangga.

] O’Keefe E. 2010. Oral Health of Patients with Intellectual Disabilities. Scotland,UK: Department of Public Health, NHS Fife, Leven.

] Patrick L. Anders, DDS, MPH, Elaine L. Davis, PhD. 2010. Oral Health of Patients with Intellectual Disabilities: A Systematic Review. State University of New York at Buffalo School of Dental Medicine Buffalo, New York: Pec Care Dentist 30(3): 110-117.

] Herijulianti E, Indriani TS, Artini S. 2001. Pendidikan Kesehatan Gigi. EGC: Jakarta

] Hamid AY. 2008. Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa Bunga Rimpai. Jakarta: EGC.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal E-Prodenta

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.