PENURUNAN JUMLAH KOLONI BAKTERI PORPHYROMONAS GINGIVALIS SETELAH PEMBERIAN NANO GEL EKSTRAK SIDA RHOMBIFOLIA

Ariyati Retno Pratiwi, Hamzah Sahag Zulkarnain
  E-Prodenta Journal of Dentistry, pp. 302-306  

Abstract


Latar Belakang: Gingivitis yang merupakan suatu inflamasi yang melibatkan jaringan gingiva, dapat disebabkan oleh bakteri Porphyromonas gingivalis. Salah satu tanaman yang dapat dipergunakan sebagai bahan obat-obatan adalah tanaman sidaguri (Sida Rhombifolia L.) yang mengandung alkaloid dan steroid yang digunakan sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Akar sidaguri mengandung alkaloid, steroid, minyak atsiri, dan ephederin. Namun ekstrak akar sidaguri belum banyak diteliti sebagai antibakteri dan antiinflamasi di bidang kedokteran gigi. Tujuan: Mengetahui penurunan jumlah koloni bakteri Porphyromonas gingivalis setelah pemberian nano gel ekstrak akar sidaguri Metode: Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 24 ekor tikus wistar putih yang telah diinduksi bakteri Porphyromonas gingivalis pada bagian sulkus gingiva. Kelompok penelitian dibagi menjadi enam kelompok yakni dua kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan yang masing-masing diberi nano gel ekstrak akar sidaguri sebanyak 0,6 g/kgBB; 1,2 g/kgBB; 1,8 g/kgBB; dan 2,4 g/kgBB. Pada hari ke-5, jumlah bakteri dihitung dengan metode pour plate yang menggunakan colony counter. Data yang diperoleh dilakukan uji  one-way ANOVA. Hasil: Berdasarkan  uji ANOVA, didapatkan p<0,005 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Rata-rata jumlah koloni bakteri Porphyromonas gingivalis terendah terdapat pada kelompok perlakuan yang diberi dosis 2,4 g/kgBB. Kesimpulan: Terdapat penurunan jumlah koloni bakteri Porphyromonas gingivalis setelah dilakukan pemberian nano gel ekstrak akar sidaguri (Sida Rhombifolia L.) pada gingivitis tikus wistar putih (Rattus norvegicus).

 


Keywords


Porphyromonas gingivalis, Gingivitis, Nanoteknologi, Akar Sidaguri

References


Balitbang Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.

Manson J. 2013. Buku Ajar Periodonti. Ed

Jakarta: Hipokrates.

Dwipriastuti D, Rama P, Welly A. 2017. Perbedaan Efektivitas Chlorhexidine Glukonat 0,2% dengan Teh Hijau (Camellia Sinensis) terhadap Jumlah Porphyromonas Gingivalis. ODONTO Dental Journal. 4 (1).

Mysak J, Podzimek S, Sommerova P, Lyuya Y, Bartova J, Janatova T, Prochazkova J, Duskova J. 2014. Prophyromonas gingivalis: Major Periodontopathic Patogen Overview. Czech Republic: Institute of Clinical and Experimental Dental Medicine.

Nareswari A. 2010. Perbedaan Efektifitas Obat Kumur Chlorohexidine Tanpa Alkohol Dibandingkan dengan Chlorhexidine Beralkohol dalam Menurunkan Kuantitas Koloni Bakteri Rongga Mulut. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Vishnu S, Lakshmanan R. 2016. Characteristics, Uses and Side effect of Chlorohexidine. IOSR Journal of Dental and Medical Sciences. Vol 15.

Kusmana C, Hikmat A. 2015. Keanekaragaman Hayati Flora di Indonesia. Jurnal Pengolahan Sumberdaya Alam dan Lingkungan.

Carolin S. 2015. Indonesia Sidaguri (Sida Rhombifolia L.) as Antigout and Inhibition Kinetics of Flavanoids. Jurnal Majority: Lampung University. Vol 4(1)

Fuadiyah D, Retty R, Bunga A. 2017. Pengaruh Lama Paparan LPS (Lipopolisakarida) Porphyromonas gingivalis Sebagai Induktor Periodontitis terhadap kadar LDL dan HDL Tikus Wistar (Rattus norvegicus). E-prodenta Universitas Brawijaya Malang V ol 1. No 2: 54-67.

Tanumihardja M, Kirana I, Natsir N. 2016. Pemanfaatan Akar Sidaguri (Sida rhombifolia L.) sebagai Obat Sakit Gigi: Hewan Model Peradangan Periapikal Akibat Induksi LPS Porphyromonas gingivalis. Laporan Akir Hibah Kompetensi. Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin. Makasar

Sarangi RR, Mishra US, Choudhury PK. Comparative in vitro anti microbial activity studiesof Sida Rhombifolia Linn fruit exctracts. Int J Pharmtech Res 2010 2(2): 1241


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 E-Prodenta Journal of Dentistry

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.