GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI PADA PASIEN ORTHODONTI ANTARA TAHUN 2012-2015 DAN 2015-2018 DI RS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MENGGUNAKAN INDEKS ICON

Endah Damaryanti, Ernani Indrawati, Adnexa Firdausi
  E-Prodenta Journal of Dentistry, pp. 240-248  

Abstract


LatarBelakang: Perawatan ortodonti bertujuan untuk mengkoreksi oklusi abnormal atau maloklusi.
Indeks maloklusi merupakan alat bantu dalam menilai beberapa hal menyangkut keparahan maloklusi.
Rumah Sakit Universitas Brawijaya merupakan Rumah Sakit pendidikan tempat dokter gig muda menempuh
pendidikan profesi dan mereka dituntut untuk mengerjakan minimal satu kasus maloklusi yang bias dirawat
dengan menggunakan peranti ortodonti lepasan. Pasien yang akan dirawat, diseleksi berdasarkan usia dan
keparahan kasus. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat keparahan maloklusi pasien yang dirawat
di RS Universitas Brawijaya antara tahun 2012-2015 dengan tahun 2015-2018 menggunakan indeks ICON.
Metode: Sampel penelitian ini menggunakan 35 model studi sebelum perawatan pada pasien ortodonti
yang dirawat antara tahun 2012 sampai awal tahun 2015 dan 35 model studi sebelum perawatan pada
pasien ortodonti yang dirawat antara akhir tahun 2015-2018 dengan rentang usia 8-13 tahun. Hasil: Hasil
penelitian menunjukkan, dari 35 pasien yang dirawat antara tahun 2012-2015 didapatkan tingkat keparahan
maloklusi: 13 pasien (37.14%) termasuk kategorimudah, 16 pasien (45.71%) termasuk kategori ringan, 3
pasien (8.57%) kategori sedang, 1 pasien (2.86%) kategor isulit, dan 2 pasien (5.71%) termasuk dalam
kategori sangat sulit. Sedangkan dari 35 pasien yang dirawat antara tahun 2015-2018 didapatkan tingkat
keparahan maloklusi: 10 pasien (28.57%) termasuk kategori mudah, 20 pasien (57.14%) termasuk kategori
ringan, 4 pasien (11.43%) termasuk kategori sedang, 1 pasien (2.86%) termasuk kategori sulit dan 0 pasien
(0%) termasuk dalam kategori sangat sulit. Kesimpulan: Dalam seleksi kasus, terjadi perubahan tingkat
kesulitan maloklusi antara pasien yang dirawat antara tahun 2012-2015 dengan pasien yang dirawat tahun
2015-2018. Kasus yang dipilih adalah kasus ringan-sedang dan mengurangi kasus maloklusi kategori mudah,
sulit dan sangat sulit untuk dirawat menggunakan peranti ortodonti lepasan.


Keywords


tingkat keparahan maloklusi, perawatan ortodonti menggunakan peranti ortodonti lepasan, Index of Complexity, Outcome, and Need (ICON).

Full Text:

PDF

References


Proffit W.R., Henry W.F., David M.S. 2013, Contemporary Orthodontics 5th Ed. Elsevier

Laguhi, V., Aninditas, P., &Gunawan, P.N. (2014). Gambaran Maloklusi dengan menggunakan HMAR Pada Pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Ratulangi Manado.J(Shivakumar, Chandu, Reddy, &Shafiulla, 2009) Jurnal e-Gigi (eG)

Rahardjo P. 2012. Orthodonti Dasar Edisi 2. Surabaya: Airlangga University Press

Liao Z.Y., Jian F., Long H., Lu Y., Wang Y., Yang Z., He Y.W., Wamalwa P., Wang J., Ye.NS., Wang S., and Lai W.L., 2012, Validity Assesement and Determination of the Cutoff Value for the Index of The Complexity, Outcome and Needamong 12-12 years olds in Southern Chinese. International Journal of Oral Science 2012:4: 88-93

Torkan S., Pakshir HR., Fattahi HR., Oshagh M., MomeniDanaei S., Salehi P., 2015, An Analytical Study on an Orthodontic Index: Index of Complexity, Outcome and Need (ICON), J Dent (Shiraz) 2015; 16:149

Farahani A.B., Eslammipour F., 2010, The Relationship Between the ICON Index and the Dental Aesthetic Components of the IOTN Index. World J Orthod; 11: 43-48

Hariyati S.R.J., Triwardhani A., Rusdiana E. 2011, Gambaran Tingkat Keparahan Maloklusi dan Keberhasilan Perawatan Menggunakan Index of Complexity, Outcome and Need (ICON) di RSGM-P FKG Unair, Orthodontic Dental Journal vol.2 no.1, Januari Juni:26-32

Anggriani N.P.M., Hutomo L.C., Wirawan I.M.A. 2017, Hubungan Tingkat Keparahan Maloklusi Berdasarkan ICON dengan Resiko Karies Ditinjau dari Lama Perlekatan Plak pada Remaja di SMPN 2 Marga. Bali Dental Journal vol 1 no 2, Juli-Desember 2017: 63-75

Kasparianto G, Sianiwati, Goenharto, Ida BN. 2015. Pengukuran Derajat Keparahan Maloklusi dengan menggunakan Index of Complexity Outcone and Need (ICON) di SD YBPK dan SD PacarKeling V Surabaya, Orthodontic Dental Journal 20015;2 (1)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 E-Prodenta Journal of Dentistry

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.