MENGANGKAT PERMAINAN TRADISIONAL MONGMONGAN MENJADI PERMAINAN EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Trining Widodorini, Nur Masita Silviana, I.G. Arya Wira Yudha
  E-Prodenta Journal of Dentistry, pp. 140-148  

Abstract


Bermain merupakan hal yang digemari siswa Sekolah Dasar. Permainan edukasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut melalui metode baru yang dimodifikasi dari permainan tradisional, yaitu Mongmongan maupun modifikasi permainan kartu yang biasa dimainkan oleh masyarakat dan disesuaikan dengan teori perkembangan anak. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas metode bermain Emo dan Ecard terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Metode: Desain penelitian ini adalah pre eksperimental desain dengan rancangan group pre-test post-test desain. Analisis data statistik menggunakan uji t–test berpasangan dan t-test independen. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan metode bermain Ecard dan Emo dimana metode bermain Ecard mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai thitung 4,435 sedangkan Emo mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai thitung 6,463. Peningkatan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sesudah penyuluhan menggunakan metode bermain Ecard dan Emo relatif tidak ada perbedaan dengan nilai signifikansi sebesar 0,055 dan nilai thitung 1,959. Kesimpulan: Penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan menggunakan metode bermain Emo dan Ecard dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut anak serta Emo lebih efektif dibanding Ecard.

 

Kata kunci: Ecard, Emo, peningkatan pengetahuan, kesehatan gigi dan mulut.


Keywords


Ecard; Emo; peningkatan pengetahuan; kesehatan gigi dan mulut.

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: 2013.

Adams H. The Education of Henry Adams. Munchen: BookRix; 2015.

Ismail, Andang. Education Games: Menjadi Cerdas dan Ceria dengan Permainan Edukatif. Yogyakarta: Pilar Media; 2007.

Dinas Kesehatan Kota Malang. Laporan Tahunan Tentang Data Kesakitan Gigi dan Mulut 2011. Malang: 2011.

Puskesmas Kedung Kandang. Laporan Tahunan Data Screening Kesehatan Gigi dan Mulut 2011. Malang: 2011.

Bochennek K, Wittekindt B, Zimmermann S, Klingebiel T. More Than Mere Games: A Review of Card and Board Games for Medical Education. 2007.

Kusuma D. 2010. Laporan Penelitian Pengembangan Model Permainan Bulutangkis untuk Pembelajaran Penjasorkes Siswa Sekolah Dasar. Semarang: FIK Unnes.

Riyanti E, Saptarini R. 2010. Upaya Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Perubahan Perilaku Anak. Bandung: FKG Universitas Padjadjaran.

Notoatmodjo, Soekidjo. Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta; 2011.

Azwar A. Pengantar Administrasi Kesehatan. Edisi Ketiga. Jakarta: Binarupa Aksara; 2010.

Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press; 2005.

Fuller S. The Development Of A National Oral Health Promotion Programme For Pre-School Children In England. Int Dent J. 2001; 51: 334.

Sumini S, Sinta A, Ratnasari T. 2014. Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Alat Permainan Edukatif (APE) Dengan Perkembangan Anak Prasekolah Usia 4-5 Tahun di Desa Tapak Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Jurnal Delima Harapan. 2014; 2(1): 24-31.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 E-Prodenta Journal of Dentistry

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.