Perbedaan Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Lada Hitam (Piper Nigrum L.) dengan Ekstrak Etanol Lada Putih (Piper Nigrum L.) terhadap Streptococcus Mutans secara In Vitro

Irresta Zainistya Putri, M Chair Effendi, Sumarno Sumarno
  MNJ, pp. 1-7  

Abstract


Abstrak

 

Lada putih (Piper nigrum L.) mengandung fenol dan alkaloid lebih banyak daripada lada hitam (Piper nigrum L.). Streptococcus mutans merupakan bakteri rongga mulut yang menghasilkan zat asam dan menyebabkan karies gigi. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan efek antibakteri  ekstrak etanol lada hitam dan lada putih terhadap Streptococcus mutans secara in vitro. Metode: eksperimental laboratorik dengan metode difusi agar sumuran untuk mendapatkan zona hambat. Konsentrasi ekstrak etanol lada hitam dan lada putih yang digunakan adalah 0%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Hasil: zona hambat pada lada hitam terbentuk pada konsentrasi 100%, zona hambat pada lada putih terbentuk pada konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Analisis data One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada perubahan konsentrasi ekstrak etanol lada hitam dan lada putih terhadap zona hambat Streptococcus mutans (p<0,05). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan kuat dan berbanding lurus antara konsentrasi ekstrak etanol lada hitam (0,882) dan lada putih (0,812) dengan zona hambat Streptococcus mutans. Hasil uji regresi efek ekstrak etanol lada hitam 77,8% (R2=0,778) dan ekstrak etanol lada putih 65,9% (R2=0,659). Uji post hoc Tukey menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara ekstrak etanol lada hitam konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 100% dengan ekstrak etanol lada putih konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 100% terhadap zona hambat Streptococcus mutans. Kesimpulan: terdapat perbedaan efek antibakteri antara ekstrak etanol lada hitam dengan ekstrak etanol Lada putih terhadap zona hambat Streptococcus mutans secara in vitro.

 

Kata Kunci : Streptococcus Mutans, Lada Hitam, Lada Putih, Zona Hambat


References


] Kanisius. 2007. Bercocok Tanam Lada. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

] Trivedi, M. N., Khemani, A., Vachhani, U. D., Shah, C. P., Santani, D. D. 2011. Pharmacognistic, Phytochemical Analysis and Antimicrobial Activity of Two Piper Species. India: Pharmacie Globale.

] Jawetz, E., Melnick, J.L., Adelberg, E. A. 2007. Medical Microbiology. California: McGraw-Hill.

] Douglas, K. A. 2005. Raisins As A Functional Food for Oral Health. Available from: URL;http://www.sciencedaily.com/releases/2005/06/050608061403.html

diakses tanggal 12 Agustus 2012.

] Cowan, Marjorie Murphy. 1999. Plant Products as Antimicrobial Agents Vol. 12, No. 4 p. 564-582. USA: Clinical Microbiology Reviews.

] Duke, J. A. Vitis vinifera L. Available from: URL; http://host.purdue.edu/newcrop/duke_energy/vitis_vinifera.html

diakses tanggal 12 Agustus 2012.

] Robinson, T. 1991. Kandungan Organik Tumbuhan Tingkat Tingi p. 132. Bandung: ITB.

Rani, S. K. S., Saxena, Neeti., Udaysree. 2013. Antimicrobial Activity of Black Pepper (Piper nigrum L.) Vol. 7, p. 87-90. India: Global Journal of Pharmacology.

] Kee, Joyce L., Hayes, Evelyn R. 1996. Farmakologi. Pendekatan Proses Keperawatan. Jakarta: EGC.

] Towaha, Juniaty., Ferry, Yulius. 2011. Prospek Pengembangan Teknologi Pengolahan Lada Hijau di Petani Vol. 10, No 1. Sukabumi: Persepektif.

] Shan, Bin., Cai, Yizhong Z., Sun, Mei., Corke, Harold. 2005. Antioxidant Capacity of 26 Spice Extracts and Characterization of Thei phenol Constituents. Hong Kong: American Chemical Society.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal E-Prodenta

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.